Ketika Kamu Hanya Berguna, Bukan Berarti Kamu Betulan Ada
"Kesadaran tentang eksistensi bukan sesuatu yang datang dengan sendirinya. Ia lahir dari satu titik, yang memaksa kita berhenti dan meninggalkan semuanya." Ada suatu titik balik — seperti tetes air pada stalaktit yang menggerus batuan bertahun lamanya — ketika kamu sampai pada kelelahan yang membuatmu ingin berhenti. Kelelahan yang tidak cuma menghentikanmu untuk berusaha tetap hidup. Lelah untuk peduli lagi. Lelah yang tiba-tiba datang dari kesadaran bahwa hadirmu selama ini, hanyalah tentang energi yang bisa kamu berikan, bukan tentang kepedulian akan hakikat kedirianmu. Pada satu titik balik, kamu lantas ingin berhenti. Bukan berhenti hidup, tapi berhenti memberi performa — menjadi seseorang berguna, menjadi makhluk yang selalu kuat, menjadi contoh bagi orang-orang. Manusia hidup di tengah relasi-relasi transaksional tanpa mereka sadari sepenuhnya. Seseorang menyukaimu karena kamu selalu ada untuknya, memberikan apa yang kamu bisa. Orang lain menghargaimu kare...